Latest Tweets:

tiba-tiba saja ingin menangis, (seperti) tanpa alasan.

sesungguhnya tetap ada alasan, hanya saja terlalu egois atau munafik untuk di utarakan.

(Source: bowcell, via trendytraveler)

beingindonesian:

Lingkar Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
(by Michael Leong)

beingindonesian:

Lingkar Sembalun, Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.

(by Michael Leong)

curioos-arts:

"Los Angeles" by Jazzberry Blue  

Numbered Art Print by @Curioos from $25

> http://www.curioos.com/Shop/Product/Los-Angeles

*2

Ngigau. Malam.

Lekukan lekukan alam terlalu memukau. Lautan.. Gunung.. Bukit.. Pantai… Bahkan rerumputan di padang yang luas. Tak butuh apapun lagi, selain seseorang untuk menikmatinya bersama. Menghirup udara, bersyukur.. Dan. Memaknai kehidupan.

Sejak kapan, saya tak ingat. Yang saya tahu, saya mulai berkelana. Arsitektur menjadi sahabat.. Musuh.. Kadang senantiasa seirama, namun tak jarang meminta perhatian lebih, hingga harus memilih.

Waktu adalah uang. Membuang waktu membuang uang. Uang atau waktu. Batasan umur atau ketersediaan uang. Tumpukan hutang atau kosong tak berjiwa. Tak tau lagi kapan permulaan atau akhirnya. Karna sekali lagi, hidup tak berkali-kali.

Belajar hal baru atau loyalitas. Sebagai mangat baru atau kekonsistenan. Sekali lagi, waktu adalah batasan. Karena muda tak selamanya.

reflection

(D) apa sih cita-cita lo?

(..) mau ngejar dinosaurus

(D) hah?

(..) tapi sebelumnya harus berguna dulu buat orang lain.

(D) :’)

sav3mys0ul:

Happy New Year!

(Source: weareinnocents)

(Source: as-valentine, via fuckyeah-stars)

the other day. sahabat.

Setelah beberapa lama nggak ketemu sahabat gw yang satu itu. Seketika bertemu, merasa biasa saja. Namun pembahasan kami kali ini agak berbeda. Tentang masa depan, pekerjaan, milestone hidup, target-target, alasan-alasan, dan tentunya calon pasangan hidup.

Tak biasanya kami berbincang seserius itu, topik ini memang biasa. tapi entah mengapa semalam seperti tak biasa. Kami memikirkan hal ini dengan lebih serius. Hingga seketika gw sadar.. ada sesuatu yang berubah, semakin dewasakah kami, ataukah.. memang ini sesungguhnya kami, atau justru kami sedang memakai topeng kami yang lainnya.

Jika, kalian tanya siapa dia. Gw pun agak bingung menjelaskannya, tiba-tiba saja dekat, saling bercerita, menghina, mengejek, belajar dan menyemangati juga pastinya. Temen gw tanya, “kenapa lo nggak sama dia aja?” gw jawab dengan tanpa ragu “nggak, background kita beda sebenernya, gw tahu bgt gw sama sekali bukan type dia..begitupun dia”. Emang gitu, makanya gw juga bingung… kita bisa sahabatan.. kayak sekarang. Apapun juga diceritain. Berkali-kali dia jadi saksi gagalnya percintaan gw, dan berkali-kali gw jadi saksi..wanita mana lagi yang ia tinggalkan atau php-in.

Tapi sungguh, dia sahabat. Semalem pembicaraan kita kayak orang mau berpisah.. sungguh ada sedikit rasa sedih, kalo ada backsoundnya mungkin gw bisa aja netesin air mata. Entah kenapa sih.. tapi kita seperti dua orang dewasa yang akan menyambut kehidupan baru yang akan bener-bener beda, dan mungkin gw nggak akan ada lagi di hari-hari dia…begitupun dia. 

Bentar lagi dia nikah. Dia udah menjaga jarak dengan para wanita-wanita. dan gw juga akan berjarak setelah tadi malam pertemuan kami, yang miungkin menjadi yang terakhir untuk pertemuan kami yang cuma berdua. Dia sahabat gw, yang agak beda lingkungannya dari gw sehari-hari.. makanya mungkin karena hal itu juga kita bisa sharing beberapa hal lain dari yang sehari-hari gw dan temen-temen gw bahas.

Terus hari ini gw nulis, tetang dia.. karena baru terasa perasaan akan kehilangan salah satu sahabat, padahal semalem gw ketemu dia bener-bener untuk mendiskusikan dan meminta nasehat akan kegalauan gw lainnya, kerjaan dan calon pendamping hidup selamanya. tapi yang hari ini gw tuliskan bukan tentang itu. tapi tentang sesuatu lainnya yang gw tangkap dari pertemuan ini.

sekarang yang harus disiapkan lainnya adalah kerelaan untuk melihat sahabat-sabahat gw yang satu persatu pergi untuk memulai kehidpan yang lainnya. selamanya. :’)

(Source: icanread)